Jika berbicara tentang Keluarga Berencana (KB), kita sudah pasti
tahu apa dan mengapa orang menggunakannya. Program ini telah dicanangkan
melalui berbagai macam penyuluhan. KB sendiri memiliki banyak ragam
diantaranya: KB Pil, KB Suntik, KB IUD, KB Steril, Susuk KB dan sebagainya.
Masyarakat pun sudah banyak yang menggunakannya. Akan tetapi belum sepenuhnya
mengerti dampak dan efek sampingnya. Karena itu penulis ingin menjabarkan
sedikit tentang efek penggunaan KB dari beberapa fakta yang diungkapkan
penggunanya.
1. Menstruasi yang tidak teratur
Ini adalah salah satu efek negatif dari penggunaan KB. Banyak
orang yang mengungkapkan jika menggunakan KB Pil/Suntik, menstruasi mereka
tidak lancar seperti biasanya. Bahkan ada yang tidak bisa berhenti mens selama
pil itu dikonsumsi. Meskipun hal ini merupakan efek KB yang lazim dirasakan.
2. Penurunan atau peningkatan berat
badan
Ada pengguna KB yang mengatakan berat badannya meningkat tajam.
Layaknya seorang wanita yang menginginkan bera?t badan ideal, mereka malah
mengeluh karena kegemukan. Ini tidak lain dikarenakan karena mengikuti program
KB. Sebaliknya, ada juga yang menuturkan berat badannya turun drastis. Kalau
dalam istilah Jawanya tinggal balung dan kulit (lunglit). Akan tetapi efek ini
terjadi pada sebagian orang saja.
3. Badan lemas
Kandungan obat dalam pil/suntik KB bisa menyebabkan penggunanya
merasa pegal atau lemas. Bahkan ada yang mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.
Ini adalah efek samping yang sangat mengganggu, meskipun tak semua pengguna KB
mengalaminya. Atau dengan kata lain resiko ini bisa terjadi kalo KB yang
digunakan tidak cocok dengan tubuh kita.
4. Muntah dan nyeri di bagian perut
Seperti yang telah dibahas di muka, selain pil/suntik, ada juga
steril (Tubektomi). KB ini
dilakukan bagi pasangan yang sudah tidak menginginkan keturunan alias KB
permanen. Karena dengan jalan operasi, maka resikonya pun juga ada. Kasus yang
pernah terjadi adalah pembengkakan pada bekas operasi. Seperti yang diruturkan
pasien, ia tidak merasakan efek tersebut pada tahun pertama. Sakit itu
dideritanya ketika anak sudah berumur kepala dua. Setelah diperiksa ahli medis,
ternyata sakit itu berasal dari KB steril yang dilakukan.
Itulah sekilas tentang efek minus penggunaan KB yang diungkapkan mereka yang mengikuti program tersebut. Meskipun ada KB yang diperuntukkan bagi suami, namun sebagian besar penggunanya adalah para istri. Secara otomatis yang banyak merasakan dampaknya adalah kaum wanita.
Namun jika kita kaji lebih dalam, KB sangat penting disamping beberapa efek yang ditimbulkan seperti yang telah dijelaskan. Ini adalah bagian dari program pemerintah yang tentu saja sudah dipertimbangkan manfaat dan beberapa efek sampingnya. Bayangkan saja jika program KB tidak kita laksanakan. Apa jadinya dengan padatnya penduduk yang tidak diimbangi dengan kualitas SDM-nya?? Maka sudah selayaknya kita dukung. Sekarang tinggal bagaimana kita suami dan istri saling mengerti dan memahami untuk melaksanakan program yang berslogan 'dua anak cukup' ini.
Itulah sekilas tentang efek minus penggunaan KB yang diungkapkan mereka yang mengikuti program tersebut. Meskipun ada KB yang diperuntukkan bagi suami, namun sebagian besar penggunanya adalah para istri. Secara otomatis yang banyak merasakan dampaknya adalah kaum wanita.
Namun jika kita kaji lebih dalam, KB sangat penting disamping beberapa efek yang ditimbulkan seperti yang telah dijelaskan. Ini adalah bagian dari program pemerintah yang tentu saja sudah dipertimbangkan manfaat dan beberapa efek sampingnya. Bayangkan saja jika program KB tidak kita laksanakan. Apa jadinya dengan padatnya penduduk yang tidak diimbangi dengan kualitas SDM-nya?? Maka sudah selayaknya kita dukung. Sekarang tinggal bagaimana kita suami dan istri saling mengerti dan memahami untuk melaksanakan program yang berslogan 'dua anak cukup' ini.
Penulis menyarankan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan KB. Selalu konsultasikan dengan dokter/bidan Anda jika ada masalah dalam hal ini. Karena efek KB itu sendiri akan menghasilkan reaksi yang berbeda untuk setiap orang. Bagi Anda yang menggunakan KB pil/suntik, periksalah secara berkala untuk memastikan agar resiko KB dapat diminimalisir. Jika Anda sudah melaksanakan Steril (Tubektomi), usahakan agar Anda tidak terlalu berat dalam bekerja untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi. Selain itu cobalah alternatif lain yakni dengan menggunakan kondom atau KB alami. Penggunaan kondom yang tepat sasaran juga bisa meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS.

Jadilah yang pertama untuk berkomentar "Sisi Lain tentang KB Yang Harus Anda Ketahui"
Post a Comment